Hari ini Maurice Sendak seharusnya berulang tahun. Dan kita harus berterima kasih. Atas sekejapnya kehadiran yang begitu berharga.

A little boy was here only a minute ago.. Now he’s disappeared.– The Big Green Book

Begitupun Sendak. Ia adalah selalu anak-anak. Dan disini. Dan sekarang Ia tampak menghilang.

Ia nampak pergi. Namun sebenarnya ia sedang berubah menjadi pria kecil berjanggut yang tua. Dengan sihir di kepalanya. Ia nampak menghilang.

Namun bagi sebagian jiwa–yang selalu anak-anak, Sendak tidak pernah benar-benar pergi.

Saat-saat sekarang, ketika berulang tahun, ia mengundang kepala-kepala yang mengingatnya untuk bermain kartu, dengan aturan permainan: ia yang mengocok kartunya.

Tongkat sihir ditangan kanannya, tumpukan kartu di tangan kirinya: satu persatu kartu naik dan berputar acak menuju awan. Lalu kita siap bermain.

Sendak akan mengajak kita bertaruh. Bagi kepala-kepala yang mengingatnya, pertaruhan akan merupakan penghabisan.

Sendak yang menyamar akan melipatgandakan pertaruhan: dan akan menang lebih banyak.

Ingatan dan imajinasi jiwa kanak-kanak milik kita akan dipertaruhkan, diombang-ambing: dikeluarkan dari kemasuk-akalan.

Setelah Sendak memenangkan permainan, ia menyita ingatan kita dan semua yang kita mampu miliki untuk menjadi dewasa dan membosankan. Ia menyita semuanya. Seperti Jack yang menyamar menjadi tua: menyita seisi rumah juga anjing pengejar kelinci milik Paman dan Bibinya.

Setelah sihir habis: kita adalah si Paman juga Bibi. Sendak akan mengembalikan semua. Dan kita bisa memilih: terus memiliki imajinasi atau mengambil kembali bahan pertaruhan yang tadi disita; kedewasaan yang membosankan.

Selamat ulang tahun, Maurice Sendak.

*untuk Bapak Diki yang dimasa depan akan menyamai kegemilangannya.

Advertisements

4 thoughts on “Sihir Sendak

  1. Mbak Trias mengenal Sendak dari garis2 detail beliau di buku2 Graves & Tolstoy, sedangkan saya mengenal Sendak dari monster2 berbulu di buku anak2 beliau yang berwarna-warni. Sungguh perangkai dongeng dan penggurat warna yang luar biasa sekali memang beliau ini ^_^

    Like

  2. Tulisannya cantik sekali, sama kayak orangnya. *jujur ini mah dua-duanya*

    Semangat terus menulis yah! Kelak di masa depan kamu akan jadi penulis yang hebat seperti Ayu Utami :*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s