Pagi ini. Pukul sekarang. Ku terbiasa duduk di teras dekat tanaman dengan tujuan mencari udara yang lebih mencubit, supaya saya lebih menikmati pagi — alih-alih ditemani Insert Selebriti.

Tiba-tiba dua anak lelaki ramai berjingkrak melintas. Jalannya berjingkat. Mereka mengangkut rangka bambu papan persegi bekas karangan bunga. Masing-masing membawa satu. Mereka berjalan menyeret kaki menggusur rangka bambu. Terlalu berat untuk badan kecil mereka.

Mereka girang, tentunya. Karena mereka masih sempat berjingkrak dan saling tawa.

Jadi begini, itu adalah karangan bunga bekas ucapan selamat atas pertunangan tetanggaku. Dan anak-anak itu selalu melintas untuk dapat menjangkau jalan yang lebih besar.

Dan harus dicatat: itu bukanlah karangan bunga utuh yang masih lengkap dengan bunga cantik dan tulisan warna warni. Itu hanya rangka bambu yang telah ompong.

‘Asikkkkkk ngke bisa api-api boga tipi dibumi make ieu’

Aku minta, jangan setel Insert Selebriti jika sedang pukul sekarang di televisi rangka bambumu ya, Dik.

***

“Siapa butuh imajinasi jika kita punya televisi” — Melancholic Bitch

“Siapa butuh televisi jika kita punya imajinasi” — Anak-anak Pengangkut Rangka Ompong

Advertisements

6 thoughts on “Cerita Amat Pendek Jumat Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s