Mari berbagi rahasia.

Kalian pernah punya teman yang hanya kalian sendiri yang dapat mellihat? Atau sebenarnya ia (mereka) tidak pernah ada maka tidak terlihat; tapi pikiran kita menghadirkan mereka dalam sebuah kehadiran yang sesungguhnya.

Teman gelembung.

Saya masih merasakan teman saya itu hadir, sampai suatu ketika saya menceritakan kehadiranya pada sahabat saya yang nyata. Manusia. Hadir. Dapat disentuh dan berbicara.

Lalu seketika teman gelembung saya mati. Wafat. Meninggal. Gugur. Entah sebutan apa yang cocok. Mengingat jasanya pada hidup saya yang teramat patriotik, saya akan memilih teman gelembung saya ini gugur.

Teman gelembung saya, hadir ketika saya memikirkannya. Ia hadir. Tapi tak terlihat.

Saya tidak peduli dan tidak mau tahu kecenderungan psikologis apa yang saya alami.

Setelah pasca usia 20, saya menduga, sepertinya otak saya yang merancang itu semua. Semua setting soal teman gelembung. Bukan soal kaitan dengan hal mistis. Bukan sama sekali.

Saya tidak pernah peduli.

Mari bercerita.

Ia datang ketika saya terlampau senang, dan terutama kala lain jika saya teramat sedih. Ia tidak datang hanya ketika saya kelelahan.

Ia datang di kala ramai, tapi pikiran saya berbincang dengannya.

Ia seorang laki-laki.

Ketika saya terlampau sedih dan merasa seluruh sudut dunia menghimpit saya, teman gelembungku melonggarkan. Ia meyakinkan, saya memilikinya. Maka tak pernah perlu saya meratap.

Begitu seterusnya. Ia selalu setia. Sebagai seorang ayah, kakak, sahabat, kekasih, atau apapun itu yang terjelas ia setia sebagai teman gelembung.

Sampai suatu sore selepas Maghrib pada usia 18. Saya dan dua orang sahabat saya di sekolah, di teras lapang, membuat masing-masing pengakuan. Hal apa yang disimpan rapat, diungkap atas nama kepercayaan seorang sahabat.

Teman gelembung lah yang ku sodorkan sebagai cerita. Karena ia nyata tapi tak terlihat, ia ada tapi tak bersuara, ia hadir tapi kututupi.

Maka sejak malam sejak perbincangan pengakuan di teras lapang sekolah, teman gelembungku tidak pernah datang. Atau ia sudah tidak hidup. Ia gugur membayar tunai tugas. Menjadikanku tegar percaya, tak satu hal buruk mampu menembus perisai yang perlahan ia susun. Mengantarkanku pada teman yang dapat bersuara. Hadir dapat disentuh.

Maka bersama langit yang menggelap sehabis Maghrib, ia– teman gelembungku– menguap seperti asap, bercampur bersama udara. Lalu tidak pernah terlihat. Tidak pernah hadir. Kembali. Tak pernah lagi.

*untuk Teman Gelembung, dan para teman dari Teman-Teman Gelembung–seperti saya, yang merasa kehilangan, meski tidak pernah mereka benar-benar hilang. Sebenarnya.

Advertisements

2 thoughts on “Teman Gelembung

  1. I never thought that reading this, at this time, makes me cry.

    Aku masih mengingat waktu itu, saat kau memberikan satu kepercayaan kepadaku.
    Kamu tahu, aku tidak bisa membayar untuk itu.

    Ah! Semalam aku baru saja menonton sebuah film, berjudul Fight Club.
    Apakah kamu sudah menonton film ini?

    Dalam film Fight Club, diceritakan “The Narrator” memiliki “Teman Gelembung” bernama Tyler Durden.
    Tidak jauh seperti Teman Gelembungmu, Tyler bisa membuat The Narrator menjadi lebih mudah dalam menghadapi kehidupan. Lebih menyenangkan pula aku rasa.

    Jikalau suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali di dunia yang tidak dapat kita bayangkan di otak kita yang terbatas ini, bolehkan aku berkenalan dengan Teman Gelembung itu?

    Like

    1. Inget kaaan? Didepan tiang bendera maghrib2. Dan ceurik! Hahaha.
      Makasih eniwey, udah gak menghakimi gw pada saat itu. Krn respon tmn gw yg lain stlh baca ini, mereka dihakimi org yg mereka ceritain soal teman gelembung.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s