Ia menggoyang goyang tampah. Mencari gabah mencari salah.

Matanya resah. Menjelajah.

Punggungnya lelah ingin ia merebah.

Percayalah nak: simbah tak berhenti menyembah Sang Panembah. Agar selamat jiwamu dari air iluh basah.

Percayalah nak: simbah tak menguburmu hidup-hidup tanpa alasan. Kau memang hanya sebayi kecil. Yang meronta terkubur tanah.

Tapi kau adalah musuh besar. Bagi iblis dalam kepalaku. Yang menjadikanku hidup. Yang menguburmu hidup-hidup.

Engkau meringkuk. Dalam tanah dan rumput belum dibubut. Engkau yang belum puput. Melawan hidup hingga semaput. 
Percayalah nak: simbah menghadiahimu jarik gendong jumput. Kalau-kalau kau pulang selamat dari kubur tanah.
Sebayi kecil. Jiwamu yang bayi. 

Percayalah nak: simbah memerangi. Perihal petaka: sudah kenali dulu bawah tanah. Kubur memberimu kesempatan: mendengarkan dirimu sendiri–yang diatas bumi engkau dibungkam iblis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s