Manusia ingin mengawetkan memori. Membuatnya ia sebuah tabung kulkas. Untuk mendinginkan otak dan tubuh. Telinga mata juga tempurung lutut.*

Mereka membayar mahal sejak hidup. Agar setelah mati manusia masih dapat mengingat. Bagaimana ia manusia tumbuh. Mengenal angka melalui jemari. Menggumuli kekasih pertama. Menangis karena kedukaan kecil hingga besar. 

Sebagian lain memori hilang. Sebagian lain tidak.

Sebagian lain hanya menetap dalam alur-alur yang akan harus dilalui ingatan ketika muncul.
Manusia dikatakan manusia bukan berkat memori. Melainkan berkat kemampuan mencintai, berbelas kasih, dan merasai kedukaan.**
Manusia pemenang adalah manusia yang tidak memiliki hati mencurangi atau bahkan sekadar membalas kecurangan.
Tidak akan kau temukan aku dimanapun, pada mata siapapun– berkatanya Sipon pada Lantip. Pada janur pada goni. Pada klewang juga pada parang. Pada mahoni juga jati.
Aku terlalu hebat untuk diduplikasi. Untuk direka-reka melalui memori yang diawetkan dalam tabung kulkas. 
Berkatanya Sipon pada Lantip. Pada ulo kayu dan ulo weling. Pada duri pada daun. Pada sendiri pada ramai.
Aku menang karena teramat tabah. Teramat kuat menjadi tabah. Aku menang karena tuamu akan kau habiskan mengenang lembut rasaku. 

Kau cari ke setiap sudut tabung kulkas. Memorimu membeku disana. 

Aku menang karena kau mampu mengenangku karena cinta yang tabah dan kokoh. 
Berkatanya Sipon pada Lantip. Pada gendar pada rambak. Pada abdi pada emban. Pada kenari pada kepodang.

Berkatanya Sipon mengaduh-aduh. Menyiul-nyiul ia menyambi.
Mengkudang-kudang ia sebayi. Yang ia ikrarkan akan besarkan. Akan ia rawat dalam tumbuh. Dalam balutan bedong hangat, hingga jarik manten meliuk bokong. 

Berkatanya Sipon pada sebayi kotor yang merah. Tak lelo lelo lelo ledung. 

Pada tanah kotor yang menguburnya. Pada kendil puput. Pada kembang pada sajen.

Kubersihkan kau ku rawat kau. Sebayi mungil. Hingga nanti kau dewasa. Berjarik berstagen berkutang. Merawat tubuhku yang tua, dan membunuh iblisku yang memuda. 

*cryopreservation: suatu teknologi mengawetkan otak dengan nitrogen cair yang bisa kembalibmenghidupkan memori selama beratus tahun kedepan

** quote dari Soe Hok Gie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s