Dia menyalakan macis. Apinya sudah biru kuningan. Meletupnya kertas dan bako cengkeh.
Dia sepi berpikir. Memutus atau memanjangkan muslihat. 
Kenikmatanku adalah ini: melihat cengkeh harum dalam linting sigaret pelan-pelan terbakar. Pelan musnah menjadi debu abu-abu. 
Pelan bara yang nyalang gagah perlahan mengasap menjadi abu. 
Matanya puas menandakan: akulah sang pengendali. Yang menentukan kapan hal bara kapan hal abu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s