Ibu sedang apa disana? Aku sangat rindu ibu, Bu Rina. Ibu pergi terlalu cepat. Setelah pelukan terakhir yang tulus supaya aku cepat lulus. Dan kernyitan gemas karena aku terlalu malas. Ibu batuk saat itu. Dan menyuruhku rajin memakan pisang agar tidak batuk sepertimu. Dan setiap aku memakan pisang dengan bintik hitam, aku mengingatmu ibu. Kata ibu, itu adalah pisang dengan vitamin paling banyak. 
Ibu menyuruhku untuk berkunjung kerumah ibu. Tapi aku teramat sedih. Karena pada akhirnya aku berkunjung, ibu saat itu tidak menyambutku dengan cangkir dan pelukan riang seperti biasanya. Ibu tertidur tertutup kain. Aku bahkan tidak sanggup menangis. Aku teramat kaget dan bingung. 
Ibu sedang apa disana? Kami disini masih kerap menangis. Merindukan ibu. Mengandai-andai ibu masih bisa kapan saja kuhubungi dan kutemui.
Aku bersedih bukan karena tidak merelakanmu bertualang lebih dulu. Aku bersedih karena aku tidak cukup sadar dan rendah hati untuk lebih sering mengunjungimu ketika ibu masih bisa kuhubungi dan kukunjungi. 
Ibu adalah guruku, ibuku, sahabatku. Entah persoalan memusingkan atau persoalan memilih lelaki. Ibu disitu meluangkan waktu. 
Aku masih sering melamun ketika memandang  tanda tangan ibu di buku yang ibu berikan untuk aku. Dengan tulisan ‘For my beloved Trias’. 
Aku sebenarnya ingin berlari ke arahmu dan memeluk memberi tahu. IBUU AKHIRNYA AKU LULUS SETELAH SEKIAN LAMA DAN BERSUSAH PAYAH! 
Ibu sedang apa disana? Taukah ibu? Yang menyayangimu teramat banyak. Teramat tulus dan tidak dibuat-buat. Seandainya ibu tahu. 
Berbahagialah ibu. Ibu sudah berhasil menjadi manusia. Yang ketika sudah menyentuh tanah yang terkenang pada kami yang hidup hanya kebaikan ibu.
Bu Rina, aku tidak pernah tahu apa ibu bisa membaca ini atau tidak. Aku hanya ingin ibu tahu, ibu sudah menjadi penuntun, menjadi contoh. 
Terima kasih ibu, karena selama ibu hidup, ibu memilih menjadi orang baik. Terima kasih sudah memilih menjadi guru kami. Ibu kami. Sahabat kami. 
Selamat ibu. Ibu sudah berhasil menjadi manusia. Yang mampu mencintai, yang memiliki iba hati, dan yang mampu merasai kedukaan. 
Aku sayang sekali sama ibu.

TYD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s