Teh, saya Trias. Saya belum pernah bertemu muka dengan teteh. Wajar teteh tidak mengenali saya. Atau kiriman saya.

Saya hanya ingin meminta izin. Mengantarkan sedikit saja. Semoga katarima. Kalau-kalau apa yang saya antarkan tidak dikenali. 

Saya juga tidak mengerti sistemnya bagaimana. Apa yang sampai kesana itu adalah diberi label nama pengirim dan penerima, lengkap dengan alamat? Lalu diantarkan kurir seperti pak pos atau jne? 

Saya juga tidak mengerti bentuk yang sampai akan seperti apa. Apa dibungkus kotak atau amplop atau sebatas surat bukti pengiriman.

Saya juga tidak mengerti apa yang saya kirimkan cukup berguna untuk teteh. Atau bahkan sampai atau diijinkan sampai.

Saya juga tidak mengerti bagaimana prosedur pengirimannya. Apa bisa langsung saya kirimkan ke pos atau bis surat terdekat? Apa bisa pengiriman saya gabungkan beramai-ramai untuk alamat dan penerima lain. 

Sebenarnya saya tidak terlalu cemas atau memusingkan soal sistem pengirimanya. Saya juga sebenarnya cukup yakin kiriman saya akan bisa dikirim dan sampai dengan selamat tanpa cacat. Meski saya tidak pernah mengasuransikanya.

Saya sebenarnya lebih cemas soal apakah teteh berkenan atau tidak kalau-kalau kiriman itu akhirnya sampai. Kalau-kalau bentuk isinya mengagetkan dan ternyata tidak dibutuhkan. Apakah itu berguna bagi teteh atau tidak. 

Kalau boleh saya mengharap bagaimana nanti akhirnya bentuknya sampai pada teteh, saya dengan seluruh tenaga akan merayu petugas pos untuk mengirimkan dan menyampaikan ke teteh dalam bentuk lampu bohlam. Lima watt saja. Tapi hemat energi. Supaya tidak menghabiskan energi tapi juga awet menyalanya. Supaya disana bisa teteh pakai untuk membaca, mencari, dan mencoret hitungan. 

Sebenarnya hanya itu kecemasan saya. Nanti dalam beberapa waktu apabila ada petugas pos mengetuk dan memberikan paket berisi lampu bohlam lima watt, mungkin itu berasal dari saya. Mungkin juga dari orang lain yang kemampuannya sama seperti saya–yang hanya mampu mengirimkan itu.

Selain itu, semoga baik hidup disana dan semoga kita suatu ketika akan bisa bertemu dalam keadaan baik.
Salam,

Dyt.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s