Manusia boleh pernah bodoh. Boleh pernah katakanlah bahasa sekarang–alay. Aku pernah sangat tidak tahu. Sangat pandir begitu dusun. Busuk dan dungu. Sesekali saja. Entah sekarang masih entah sudah tidak lagi. Kalaupun masih, semoga tidak lama-lama.
Aku menantang diriku sendiri menyebutkan kebodohan yang sanggup kuingat dalam daftar.

  1. Aku pernah mempercayai Sinterklas. Oleh karenanya aku tidak ikut berjingkrak bersama Ewald dan Happy ketika kami menonton video Trio Kwek Kwek. Dengan harapan bahwa Sinterklas melihatku duduk baik tidak membuat ibugemas karena pecicilan di bukan rumah sendiri.
  2. Aku pernah mempercayai bahwa Susan benar-benar dapat berbicara, disaat Bapak dengan murah hati mengatakan bahwa yang berbicara adalah Ria Enes. Dan aku setengah marah membantah Bapak. Kutunjukkan bahwa bibir Susan bergerak-gerak; itu artinya Susanlah yang berbicara. 
  3. Aku pernah mempercayai bahwa kunang-kunang adalah kuku orang mati. Apalagi terakhir aku melihatnya di Rumah Sakit Klepu. Di rumah sakit banyak orang mati. Oleh karenanya banyak kunang-kunang 
  4. Dulu ketika pertama kali mendengarkan Rachmaninoff ketika kecil, kupikir dia orang Meksiko karena namanya yang Sergei. Suami Marimar bernama Sergio Santibanez. 
  5. Aku pernah bertengkar dengan Ibu dan Mbak Dani karena aku menganggap Java Jive mengucapkan TINTA sedangkan mereka bilang itu cinta. 
  6. Aku pernah terjatuh dari ayunan tali yang diikatkan pada menara torn air karena badanku sudah sangat besar untuk seorang anak-anak dan menangis dan dipangku Bapak. Dan aku kesal tidak terima.
  7. Aku pernah percaya burung beo benar-benar berbicara.
  8. Aku bisa mengendarai sepeda setelahku menstruasi. Kelas empat esde.
  9. Aku pernah jatuh cinta pada Dicky Wahyudi ketika dia berperan menjadi suami plin plan Krisdayanti.
  10. Aku pernah meyakini keyakinan bodohku selama beberapa tahun mempercayai bahwa tulisan quartz dalam jam dinding dirumah adalah sebuah merek.
  11. Selama beberapa tahun aku shalat yang hanya beberapa kali, aku mencontek bacaanya. Kusimpan kertas contekan di dasar sajadah.
  12. Aku pernah memasang poster Westlife di kamarku hadiah dari tabloid Fantasy.
  13. Aku pernah mengirim pesan bodoh pada Iqbal Siregar di Facebook dan tidak tahu cara menghapus pesannya dan menghapus maluku. 
  14. Aku selalu meminum Nutrisari ketika kecil karena aku percaya kulitku akan lebih terang dan kuning. 
  15. Aku juga pernah berpikir dan marah pada Ibu, karena jika Ibu juga ikut Bapak ke Belanda saat aku dilahirkan, aku akan berbentuk bayi bule ketika lahir. Tidak seperti seperti anak Jawa tulen karena lahir di Bandung. Aku tahu ini sungguh bodoh. Maafkan aku. 
  16. Aku selalu menyangka Pai Su Cen siluman ular putih seorang lesbian karena menikahi perempuan. Rupa seorang Han Wen sama sekali tidak seperti laki-laki. 
  17. Aku menangis sesenggukan begitu pilu menonton Rindu-Rindu Aizawa.
  18. Aku pernah berharap suatu saat bisa menjadi Nacha yang memiliki kemampuan kungfu ajaib karena kenakalanku menyamainya.
  19. Aku pernah berpikir Mozart adalah merek jam tangan.
  20. Aku percaya ketika Mbak Dani mengatakan guru pencak silatnya adalah Willy Dozen dari Deru Debu. 
  21. Aku bermain dengan teman yang menyebut diri kami bernama geng tiga koma delapan dimana tak satupun kami pernah mendapat IP 3,8. Bahkan tidak 3 sekalipun.
  22. Aku pernah mempercayai banyak dongeng yang dikarang manusia selain Ibu Bapakku. Dan ini kebodohan terburuk.

—-

Bergembiralah Yaso. Kamu pernah begitu bodoh. Tidak ada yang paling membebaskan manusia selain ketidaktahuan. Pada akhirnya pengetahuan hanya akan membelenggu. Tapi ada sedikit kelebihbaikan untuk menjadi tahu: lepas dari belenggu ketidaktahuan yang bebas.
Tyd.

#day10

Advertisements

One thought on “Bodoh itu Kadang Asyik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s